Rabu, 28 Mei 2014

I HEART U,UK

Pagi – pagi makan snack Smax Ring itu rasanya........Demi #InggrisGratis sih!


Sehabis shalat Subuh, langsung ngunyah Smax Ring di hari deadline
Uuuuh Inggris!
Negeri dimana Ratu Elizabeth dan Pangeran Charles tinggal di Istana Buckinghamnya yang megah.
Negeri tempat berdirinya jam pematok waktu seluruh dunia, BigBen, di Greenwich.
Negeri dengan bahasa paling besar dan terpopuler seantero jagad.
Dan tentunya, Inggris adalah negeri tempat bermarkasnya klub – klub sepakbola ternama dengan stadion – stadion besarnya!
            Ya, Inggris. Negara tuan rumah Olimpiade 2012 ini memang menyimpan banyak keindahan dan keunikan khas peninggalan sejarah Romawi kuno.
            Berbicara soal sepakbola, memang tak pernah ada habisnya. Setiap hari saat saya memantau timeline Twitter saya, selalu ada saja yang berkicau tentang sepak bola, dalam maupun luar negeri. Liga Primer Inggris dan Liga Champions menjadi dua topik terhangat yang ramai diperbincangkan di linimasa juga di berbagai media sosial lainnya. Jika ditanya siapa klub bola favorit saya, saya tidak akan bisa menjawab karena i’m not a fan of any football club, but I do sometimes follow the issues. Terkadang, saya bisa menyukai suatu klub sepakbola hanya karena keberadaan seorang pemain rupawan di dalamnya (maklum naluri perempuan:p), tak peduli tentang bagus tidaknya games yang mereka mainkan. Namun, mengikuti berita sepakbola juga menjadi hiburan tersendiri bagi saya karena tak jarang di dalamnya akan terselipkan hal – hal lucu saat antara satu fans dengan fans yang lainnya saling menjatuhkan dengan sindiran - sindiran mereka hahahaha. Sebagai remaja Indonesia yang cinta Tanah Air dan generasi penerus bangsa sejati (ceileh) saya tetap menjagokan klub – klub lokal sebagai juara sepakbola sambil berharap suatu saat nanti Firman Utina, Evan Dimas, dan kawan – kawan bisa juga bermain secemerlang dan sepopuler Rooney atau pun Mesut Oezil.
          
Autumn in London, why not?

  Kembali ke Inggris, salah satu negara yang menjadi tempat plesiran impian saya sedari kecil. Ingin rasanya bisa berfoto di antara guguran dedaunan saat musim gugur di sepanjang jalanan Kota London, atau bisa sekedar take a selfie di sisi Sungai Thames dengan London Bridge sebagai latarnya. HUWOOW. Semoga suatu saat nanti, atau mungkin sebentar lagi, dengan #InggrisGratis dari Mister Potato tentunya, saya bisa dengan sukses berpijak di Tanah (bukan cendol)* Elizabeth dan melakukan semua hal yang sudah saya bayangkan jauh – jauh hari seperti yang saya sebutkan di atas. Britain steals my heart!
            Kekaguman akan karya – karya populer Shakespeare—yang seumur hidupnya tidak pernah diambil foto sekali pun—juga kejeniusan J.K. Rowling menciptakan tokoh penyihir paling populer Harry potter, serta keluguan dan keabsurdan Rowan Atkinson alias Si Lucu Mr.Bean membawa angan ini akan Inggris terbang semakin jauh merasuki hatiku yang terdalam. Lebay ye. Tapi ini serius, London dan seantero United Kingdom telah lama menyihir saya dan nampaknya juga menyihir banyak orang lainnya sehingga membuat kita semua ingin segera sampai di Heathrow Airport, London untuk kemudian menikmati afternoon tea di kawasan London Eye yang segede alaihim itu.
              I really really hope that I can win this competition to make my self proud and to explore the whole wonderful world, which can be started from where Big Ben stood for centuries as a world's time centre. Zayn Malik, i'll see you there, wait for me and let me dance all night for my best experience (i’ve imagined), ever.

Minggu, 18 Mei 2014

GO ENGLAND GO PERSIB!

               
Inggris. Negeri dengan pengaruh yang menurutku paling besar di muka bumi ini. Apalagi kalau bukan bahasanya. Hampir di seluruh negara di dunia, Presidennya (setahu saya) fasih berbahasa Inggris atau minimal mereka pernah diundang datang ke sebuah pertemuan Internasional yang tentunya fully English. Lebih dari 10 tahun kami di sini,di sekolah, mempelajari bahasa Ratu Elizabeth itu. Mulai dari pengenalan one two three,mango apple orange, mother father brother, hingga kedetailan tenses dan grammar. Kenapa harus Inggris, sih?Kenapa bukan bahasa Belanda, Jerman, atau bahkan Mandarin?Well, biarlah sejarah yang menjawabnya. (Ketahuan gak pernah baca sejarah). Apapun itu, kepopuleran Inggris—dalam hal ini ialah bahasanya—ini membuatku semakin tertarik untuk mengunjungi negerinya langsung di Eropa sana. Rasa penasaranku yang paling besar ialah bagaimana di sana orang – orang mampu menulis dan bercakap – cakap dengan English fluency yang benar tanpa cacat sedikit pun dalam hal grammar maupun tensesnya. Oh My God. Di sekolah, nilai grammarku masih belum bisa dikatakan sempurna walaupun tidak begitu buruk untuk sekedar membedakan past-present-future tenses.
                Sembari lanjut ngemil kripik Mister Potato Waavy Creamy Cheese ini aku terus menulis entri dengan penuh semangat sambil membayangkan indahnya dedaunan kering berguguran di jalan – jalan seantero Britania Raya. Sungguh, rasa ini terus menjadi melihat postingan foto teman di Instagram yang tahun lalu sudah dengan sukses menginjakkan kaki di tanah, di mana cowok – cowok ganteng One Direction juga berpijak. Aaaah aku berharap Mister Potato dapat memperpendek jarak antara harapan dengan kenyataanku ini sehingga tidak terlalu jauh bagaikan langit dan bumi. Big Ben Tower, salah satu situs warisan dunia yang aku impikan bisa berfoto dengan berlatar belakang salah satu menara jam terbesar di dunia itu!Sejauh ini, prestasi dalam berfotoku adalah foto dengan berlatarkan menara jam terbesar di Indonesia (mungkin) yaitu Jam Gadang di kampung halamanku, Bukittinggi.
                Sebagai teman dari banyak teman yang menyukai tim sepakbola asal Inggris, perlu rasanya aku ikut merasakan atmosfer kegarangan Chelsea, Liverpool, Manchester City dan lainnya dalam bermain bola di lapangan hijau, bukan sekedar lewat layar teve, melainkan live dari stadion mereka masing – masing. Wohoo! Tak terbayang akan seperti apa aku berada di sana, ber-selfie ria di depan Stamford Bridge, yang bahkan temanku penggila Chelsea pun belum pernah melakukannya. Terkadang, menjadi sedikit ‘pamer’ seperti Koh @aMrazing itu perlu untuk memotivasi mereka untuk bisa menabung juga (padahal kan bisa gratis dengan ikut kontes blog ini hihihihihihi). Juga sebagai calon arsitek-planner (Amin), melakukan observasi ke stadion – stadion besar seperti Emirates dan Etihad bisa menjadi ajang observasi dan studi banding untuk kemudian diterapkan ilmu konstruksi dan desainnya dalam bidang per-stadion-an Indonesia. Kelak, mungkin aku bisa merancang Stadion Persib yang bertaraf Internasional dan menjadi sepopuler lapangan – lapangan tempat Van Persie dan Oezil biasa bermain kandang. Dan tentunya, jika mimpi itu terwujud, dalam acara pelatakan batu pertamanya, akan tertuliskan :
Terimakasih untuk Mister Potato yang pernah membawa saya ke Inggris dengan GRATIS!
Bandung, 20 Januari 2044

Minggu, 16 Maret 2014

"To be old and wise, you must first be young and stupid." And we do all the stupid things, no matter what in the name of friendship.